Sejumlah Artis dan Penyanyi Kecam Insiden Kematian Pria Kulit Hitam yang Dibunuh Polisi di AS

Posted 29 May 2020 12:00 WIB
Sejumlah Artis dan Penyanyi Kecam Insiden Kematian Pria Kulit Hitam yang Dibunuh Polisi di AS

GituGini.com – Sejumlah artis dan penyanyi mengecam tindakan sejumlah oknum polisi di Amerika Serikat (AS) yang menewaskan seorang pria berkulit hitam.

George Floyd, pria berkulit hitam berusia 46 tahun yang tewas usai lehernya ditekan dengan lutut polisi saat ia ditangkap pada 25 Mei 2020.

Penyanyi Justin Bieber menegaskan, kekerasan dan tindakan tidak adil ke warga kulit hitam harus dihentikan.

"Hal ini membuatku muak. Aku marah karena pria ini tewas. Ini membuatku sedih. Rasisme itu jahat! Kita harus menyuarakan ini. Maafkan aku, George Floyd," tulis Bieber.

Suara yang sama juga datang dari model cantik Gigi Hadid. Ia mendesak para polisi yang berperan di kematian George Floyd harus dihukum berat.

"Mereka harus diusut. Ini terlalu sering terjadi. Satu-satunya cara mengubah kondisi ini adalah dengan memenjarakan monster rasis ini," katanya merujuk kepada para pelaku.

Demi Lovato juga merasa kondisi ini tidak bisa dibenarkan dari sisi manapun. Menurutnya, semuanya harus bersuara untuk menghentikan rasisme ke warga kulit hitam.

"Sampai ini benar-benar berhenti, komunitas kulit hitam akan terus hidup dalam kondisi berbahaya," ungkap Demi Lovato.

Seperti dilansir AFP, Kamis (28/5/2020) George mulanya ditangkap pada Senin (25/5) oleh polisi kota Minneapolis, AS. George Floyd ditangkap karena diduga melakukan transaksi memakai uang palsu senilai $ 20.

Penangkapan Floyd itu terekam dalam sebuah video yang kemudian viral.

Dalam video itu, tangan Floyd diborgol dan kemudian dijatuhkan ke aspal oleh polisi. Seorang polisi menekan leher Floyd dengan lututnya, sembari memasukkan tangannya ke saku.

Floyd merintih kesakitan dan mengaku sulit bernafas. Dia bahkan sempat memanggil ibunya sebelum mati lemas. (brvs)

 

 

Komentar Facebook